Saat ingin mendatangkan barang dari luar negeri, salah satu keputusan pertama yang perlu saya tentukan adalah metode pengirimannya. Apakah lebih cocok import via laut atau udara?
Keduanya sama-sama bisa menjadi pilihan yang tepat. Masalahnya, kebutuhan setiap importir berbeda. Ada yang mengejar biaya serendah mungkin, ada yang membutuhkan barang tiba cepat, dan ada juga yang harus mengimpor barang dalam jumlah besar.
Karena itu, saya tidak melihat pengiriman laut dan udara sebagai dua metode yang saling mengalahkan. Saya lebih melihatnya sebagai pilihan yang harus disesuaikan dengan jenis barang, jumlah muatan, anggaran, dan target waktu kedatangan.
Import Via Laut atau Udara, Mana yang Lebih Baik?
Jawaban singkatnya:
Import via laut lebih cocok untuk barang dalam jumlah besar dan ketika biaya pengiriman menjadi pertimbangan utama. Sementara itu, import via udara lebih cocok untuk barang yang harus tiba cepat, jumlahnya tidak terlalu besar, atau memiliki nilai relatif tinggi.
Jadi, sebelum memilih import via laut atau udara, saya biasanya melihat beberapa hal terlebih dahulu:
- Jenis barang yang akan diimpor
- Berat dan volume barang
- Nilai barang
- Negara asal
- Seberapa cepat barang dibutuhkan
- Biaya freight
- Biaya handling
- Perizinan impor
- Risiko penyimpanan atau keterlambatan
Dengan mempertimbangkan faktor tersebut, kita bisa memilih jalur yang lebih efisien.
Apa Itu Import Via Laut?
Import via laut adalah pengiriman barang dari negara asal menuju Indonesia menggunakan kapal kargo.
Metode ini sangat umum untuk barang dalam jumlah besar seperti mesin, bahan baku industri, produk besi dan baja, furniture, perlengkapan konstruksi, hingga berbagai barang dagangan dalam jumlah banyak.
Dalam pengiriman laut, kita biasanya akan menemukan dua istilah utama, yaitu FCL dan LCL.
FCL
FCL atau Full Container Load berarti satu kontainer digunakan untuk muatan milik satu pengirim.
Metode ini biasanya cocok jika volume barang sudah cukup besar sehingga penggunaan satu kontainer menjadi lebih efisien.
LCL
LCL atau Less Container Load berarti barang kita berbagi ruang kontainer dengan barang milik importir lain.
LCL bisa menjadi pilihan ketika volume barang belum cukup untuk menggunakan satu kontainer penuh.
Karena itu, import lewat laut sebenarnya cukup fleksibel. Tidak harus selalu mengirim barang dalam jumlah satu kontainer penuh.
Keuntungan Import Via Laut
1. Lebih Cocok untuk Barang dalam Jumlah Besar
Salah satu kelebihan terbesar pengiriman laut adalah kapasitasnya.
Jika saya ingin mengimpor barang dengan volume besar atau bobot berat, pengiriman laut biasanya lebih masuk akal dibandingkan menggunakan pesawat.
Contohnya:
- Mesin industri
- Material konstruksi
- Besi dan baja
- Furniture
- Produk tekstil
- Sparepart dalam jumlah besar
- Alat berat
- Barang dagangan grosir
Untuk barang seperti ini, kapasitas menjadi faktor penting.
2. Biaya Pengiriman Biasanya Lebih Efisien
Untuk muatan besar, pengiriman laut umumnya menawarkan biaya freight yang lebih ekonomis dibandingkan pengiriman udara.
Namun, saya tetap menyarankan agar tidak hanya membandingkan tarif freight.
Importir juga perlu memperhitungkan:
- Biaya pelabuhan
- Handling
- Customs clearance
- Pajak impor
- Biaya penyimpanan
- Trucking
- Biaya dokumen
Dengan begitu, kita bisa melihat total biaya impor secara lebih realistis.
3. Bisa Digunakan untuk Berbagai Jenis Barang
Kapal kargo mampu membawa barang dengan ukuran dan berat yang jauh lebih fleksibel.
Barang yang terlalu berat atau terlalu besar untuk pesawat sering kali masih memungkinkan untuk dikirim menggunakan jalur laut.
Inilah alasan mengapa banyak bisnis manufaktur, konstruksi, perdagangan grosir, dan industri menggunakan jalur ini.
4. Cocok untuk Perencanaan Stok
Jika bisnis sudah memiliki jadwal pembelian dan stok yang cukup terencana, pengiriman laut bisa menjadi pilihan yang sangat menarik.
Kita bisa melakukan pemesanan lebih awal lalu menyesuaikan jadwal kedatangan barang dengan kebutuhan gudang.
Kekurangan Import Via Laut
Keuntungan biaya tentu memiliki konsekuensi.
Pengiriman laut biasanya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan udara.
Selain waktu perjalanan kapal, prosesnya juga melibatkan beberapa tahapan seperti:
supplier → pelabuhan negara asal → proses ekspor → perjalanan kapal → pelabuhan Indonesia → customs clearance → pengiriman ke gudang.
Karena itu, pengiriman laut kurang ideal jika barang harus tersedia dalam waktu sangat cepat.
Importir juga perlu memperhitungkan kemungkinan perubahan jadwal kapal, kepadatan pelabuhan, dan proses pemeriksaan barang.
Apa Itu Import Via Udara?
Import via udara menggunakan pesawat kargo atau ruang kargo pada penerbangan tertentu untuk membawa barang ke Indonesia.
Dibandingkan laut, keunggulan utamanya adalah kecepatan.
Barang yang harus segera tiba sering kali lebih cocok menggunakan jalur udara.
Contohnya:
- Sparepart mesin yang mendesak
- Sampel produk
- Komponen elektronik
- Produk bernilai tinggi
- Barang dengan ukuran relatif kecil
- Dokumen atau perlengkapan bisnis tertentu
- Barang yang dibutuhkan untuk mengejar deadline proyek
Dalam materi layanan Mingyu Cargo, pengiriman udara juga ditempatkan sebagai pilihan cepat, sedangkan pengiriman laut sebagai opsi yang lebih hemat.
Keuntungan Import Via Udara
1. Waktu Pengiriman Lebih Cepat
Inilah alasan utama orang memilih pengiriman udara.
Ketika bisnis tidak bisa menunggu terlalu lama, tambahan biaya pengiriman sering kali masih masuk akal dibandingkan risiko kehilangan penjualan atau terhentinya produksi.
Misalnya, sebuah pabrik membutuhkan sparepart tertentu agar mesin bisa kembali beroperasi.
Dalam kondisi seperti itu, biaya pengiriman bukan satu-satunya pertimbangan. Waktu juga memiliki nilai ekonomi.
2. Cocok untuk Barang Bernilai Tinggi
Produk bernilai tinggi tetapi memiliki ukuran relatif kecil sering kali lebih cocok menggunakan udara.
Contohnya komponen elektronik, perangkat tertentu, atau sparepart khusus.
Jika nilai barang tinggi tetapi bobotnya tidak terlalu besar, selisih biaya pengiriman bisa menjadi lebih mudah diterima.
3. Cocok untuk Sampel dan Pesanan dalam Jumlah Kecil
Tidak semua proses impor langsung melibatkan satu kontainer.
Banyak bisnis memulai dengan:
- Sampel produk
- Trial order
- Pesanan pertama
- Produk baru
- Pengiriman stok terbatas
Dalam situasi tersebut, import via udara bisa menjadi pilihan praktis.
4. Membantu Mengejar Kebutuhan Mendesak
Ada kalanya bisnis kehabisan stok lebih cepat dari perkiraan.
Daripada menunggu pengiriman laut berikutnya, importir bisa menggunakan udara untuk menutup kebutuhan stok sementara.
Setelah kondisi stabil, pengiriman berikutnya bisa kembali menggunakan laut.
Kekurangan Import Via Udara
Kekurangan yang paling jelas adalah biaya.
Semakin berat dan semakin besar volume barang, biaya pengiriman udara bisa meningkat cukup signifikan.
Karena itu, saya biasanya tidak menyarankan melihat tarif per kilogram saja.
Perusahaan logistik juga dapat menghitung biaya berdasarkan berat aktual maupun berat volumetrik, tergantung karakter muatannya.
Selain itu, tidak semua jenis barang bebas dikirim lewat udara. Beberapa barang membutuhkan penanganan khusus atau memiliki ketentuan tertentu terkait keselamatan penerbangan.
Perbandingan Import Via Laut dan Udara
| Faktor | Via Laut | Via Udara |
|---|---|---|
| Kecepatan | Lebih lama | Lebih cepat |
| Biaya untuk volume besar | Lebih ekonomis | Lebih mahal |
| Kapasitas | Sangat besar | Lebih terbatas |
| Barang berat | Cocok | Bisa mahal |
| Barang mendesak | Kurang ideal | Sangat cocok |
| Barang bernilai tinggi ukuran kecil | Bisa | Cocok |
| Pengiriman grosir | Sangat cocok | Kurang ekonomis |
| Sampel produk | Bisa | Sangat cocok |
Tabel tersebut bukan aturan mutlak. Kondisi nyata tetap bergantung pada negara asal, jenis barang, berat, volume, rute, dan kebutuhan importir.
Kapan Sebaiknya Memilih Import Via Laut?
Saya lebih mempertimbangkan jalur laut ketika:
- Barang memiliki volume besar
- Barang memiliki bobot tinggi
- Pengiriman tidak terlalu mendesak
- Saya ingin menekan biaya logistik
- Barang dikirim secara rutin dalam jumlah besar
- Bisnis memiliki stok yang cukup
- Barang membutuhkan kontainer
Misalnya saya mengimpor furniture, material konstruksi, mesin, atau produk grosir dalam jumlah besar. Jalur laut biasanya lebih relevan.
Kapan Sebaiknya Memilih Import Via Udara?
Sebaliknya, saya lebih mempertimbangkan jalur udara ketika:
- Barang harus segera tiba
- Jumlah barang relatif sedikit
- Nilai barang tinggi
- Barang berupa sampel
- Stok hampir habis
- Ada kebutuhan proyek mendesak
- Berat dan volume barang masih memungkinkan
Dalam kondisi tersebut, biaya yang lebih tinggi bisa terbayar oleh waktu pengiriman yang lebih singkat.
Bisa Tidak Menggabungkan Pengiriman Laut dan Udara?
Bisa, dan menurut saya ini justru strategi yang menarik untuk beberapa bisnis.
Misalnya sebuah perusahaan membutuhkan 1.000 unit produk.
Sebanyak 100 unit dikirim menggunakan udara untuk memenuhi kebutuhan stok awal. Sementara 900 unit sisanya dikirim menggunakan laut.
Dengan strategi seperti ini, bisnis tidak harus memilih salah satu secara mutlak.
Pengiriman udara menjaga stok tetap tersedia, sedangkan pengiriman laut membantu menekan biaya untuk sebagian besar barang.
Jangan Hanya Membandingkan Ongkos Kirim
Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah melihat harga freight saja.
Padahal biaya impor tidak berhenti pada ongkos perjalanan.
Ada beberapa komponen yang perlu diperhitungkan, seperti:
Bea Masuk
Besarnya mengikuti klasifikasi barang dan ketentuan tarif yang berlaku.
Pajak Impor
Jenis dan besarannya bergantung pada transaksi serta ketentuan perpajakan yang berlaku.
Customs Clearance
Barang tetap harus melalui proses kepabeanan ketika masuk ke Indonesia.
Biaya Pelabuhan atau Bandara
Pengiriman laut dan udara memiliki struktur biaya terminal dan handling yang berbeda.
Pengiriman Domestik
Setelah barang keluar dari pelabuhan atau bandara, kita masih perlu mengirimkannya ke gudang atau alamat tujuan.
Jadi, jangan langsung mengambil keputusan hanya karena salah satu freight terlihat lebih murah.
Periksa HS Code dan Izin Sebelum Barang Dikirim
Hal lain yang tidak kalah penting adalah HS Code.
HS Code membantu menentukan klasifikasi barang. Dari klasifikasi inilah kita bisa mengetahui ketentuan impor, tarif, dan dokumen yang mungkin dibutuhkan.
Beberapa jenis barang juga dapat memiliki persyaratan tambahan seperti:
- Persetujuan Impor
- SNI
- Laporan Surveyor
- BPOM
- Perizinan Kementerian terkait
- Ketentuan larangan dan pembatasan
Karena itu, saya lebih menyarankan untuk memeriksa ketentuan barang sebelum supplier mengirimkannya.
Jangan menunggu barang tiba di Indonesia baru mulai mencari tahu dokumen apa yang dibutuhkan.
Bagaimana Jika Belum Pernah Import Sebelumnya?
Bagi importir pemula, prosesnya memang bisa terlihat rumit.
Kita harus berurusan dengan supplier, dokumen pengiriman, HS Code, izin, freight, Bea Cukai, pajak, hingga pengiriman domestik.
Namun, semua proses tersebut sebenarnya lebih mudah ketika direncanakan sejak awal.
Minimal, siapkan informasi berikut:
- Nama barang
- Fungsi barang
- Material barang
- Spesifikasi
- Jumlah
- Berat
- Dimensi
- Nilai barang
- Negara asal
- Alamat supplier
Informasi tersebut akan membantu menentukan metode pengiriman dan kebutuhan dokumennya.
Import Via Laut atau Udara Bersama Mingyu Cargo
Jika masih ragu memilih import via laut atau udara, Anda tidak harus menentukan semuanya sendiri.
Mingyu Cargo melayani pengurusan impor melalui jalur laut maupun udara. Layanan yang tersedia mencakup pengurusan ekspor dari negara asal, penentuan HS Code, perizinan impor, pengajuan PIB, proses Bea Cukai, pembayaran bea masuk dan pajak, sampai pengantaran barang ke alamat tujuan.
Dengan begitu, Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu mengenai karakter barang dan kebutuhan pengirimannya sebelum menentukan jalur yang digunakan.
Kesimpulan
Jadi, mana yang lebih baik antara import via laut atau udara?
Kalau prioritas utama Anda adalah biaya dan kapasitas, pengiriman laut biasanya lebih cocok. Jika yang paling penting adalah kecepatan, pengiriman udara lebih menarik.
Namun, keputusan terbaik tetap bergantung pada jenis barang, jumlah muatan, nilai barang, anggaran, serta kapan barang tersebut dibutuhkan.
Sebelum barang dikirim dari negara asal, sebaiknya cek dulu HS Code, dokumen, perizinan, dan total biaya impornya. Dengan perencanaan yang tepat, Anda bisa memilih jalur pengiriman yang lebih efisien sekaligus mengurangi risiko barang tertahan ketika tiba di Indonesia.

